Menikah

IMG_9969
Adat Yogyakarta

Cantik, ya? Hahaha. Finally, I am married to the man I love, setelah sekian lama menjalin hubungan jarak jauh yang beneran jauh (enggak cuma sekedar Jakarta – Bekasi, hehe). Persiapan tentunya banyak sekali, seteleh diputuskan untuk pake adat Jawa. Tadinya gue mau yang ala ala walk in the aisle gitu, di taman, tapi lalu Mas F bilang, “I am going to steal you, so let’s have the Javanese wedding“.

Waktu itu pertimbangannya mau menikah di akhir tahun 2015, tapi karena musim salju datang sekitar bulan november, dan ditakutkan pas terbang ke Indonesia ada badai salju, jadilah maju ke Oktober. Kita enggak pake hitungan tanggal Jawa, karena semua hari itu bagus (selain karena ribet juga sih, hehe) jadilah ditentukan tanggal 31 Oktober 2015, karena deket sama tanggal ulang tahun.

Nah ini dia yang bikin ribet. Cari gedung yang pas sama tanggalnya. Gue mulai cari gedung sekitar Maret dan ternyata hampir semuanya sudah di-book. What the hell??? Udah ada yang book dari setahun yang lalu juga. Setelah cari – cari, ketemu juga gedung yang pas dari segi kapasitas, harga, dan jarak (nyokap ogah banget pilih gedung di tengah Jakarta karena pasti macet). Klub Eksekutif Persada (Boeing) di Halim, deket sama rumah, kapasitas sekitar 1000 tamu, dan parkiran luas. Tips untuk yang mau nikah: nikahnya taun depannya aja setelah direncanakan hahaha. Gue mau booking guest house deket gedung aja udah di-book dari Januari, sedangkan gue baru di lamar bulan Februari.

Numpang mejeng nama di daftar isi gedung bikin terkenal diantara Wedding Organizer. Hampir setiap weekend gue sama bokap selalu datang ke nikahan orang dan ketemu WO yang ngundang kita. Seru sebenernya, soalnya selain diskusi soal adat, acara, dan dekorasi, kita juga icip – icip makanannya hehe (paling penting, serius).

WO yang gue pilih udah ngurusin semuanya, jadi gue tinggal cari souvenir sama undangan, sama printilan untuk siraman. Kalau soal undangan tempatnya di Pasar Tebet itu banyak banget, memang khusus undangan. Harganya mulai dari Rp 5.000 dan bisa nego untuk diskon kalau pesennya di atas 1000 pcs. Biasanya mereka cetak undangan sekitar 3 minggu, tapi kalau lagi musim nikah bisa ngaret sedikit. Walaupun ini hal kecil, tapi justru hal – hal begini yang bikin kelimpungan di akhir – akhir, soalnya kita sendiri yang masukkin ke amplop dan print nama (kecuali kamu ogah ngurusin ginian, bisa juga minta untuk sekalian print nama sama mas – mas undangannya. Tapi gampang kok, banyak template undangan di Google, cuma 5 menit, beneran).

Nah kalau souvenir & siraman, Pasar Jatinegara. Souvenir harganya ada yang dari Rp 800. Terlihat murah bukan? hehehe. Tapi tentunya kamu pengen printilan – printilan lain yang bikin souvenir jadi mahal. Di sini juga dijual box – box untuk seserahan (mulai dari Rp 180.000), seperangkat alat sholat, sama bermacam – macam mas kawin dalam bentuk uang, yang biasanya sesuai tanggal nikah. Buat urusan siraman (sebenernya bisa minta juga sama WO, kebanyakan mereka sediain juga paket siraman) range harganya mulai dari Rp 1.500.000, tinggal pinter – pinter aja membandingkan sama penjual yang lain.

Gue cuma punya waktu 8 bulan buat ngurus semuanya, gue pun yang waktu itu masih berkeliaran di pabrik Oreo cuma punya sabtu – minggu buat kesana kemari. Tapi alhamdulillah setelah dikerahkan seluruh tenaga keluarga, gak perlu nyiapin semuanya dari tahun lalu hehe.

Jadi buat yang mau nikah, jangan ngurusin sendiri ya! Good luck! 🙂

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s