Menikah (Ngurusin Surat WNA Turki)

DSC_0610
The other half

Dengan hanya waktu 2 minggu, kita bisa mengurus surat keterangan dari Kedutaan Besar Turki. YAAAASSSSS! Soalnya Mas F ada di US, sementara ke sini dengan paspor Turki cuma dapet 30 hari, dan (katanya) kalau melebihi 30 hari, bakal kena denda $20/hari.

Tentunya sebagai warga negara Indonesia, kita perlu surat N1, N2, N3, N4 dari kelurahan yang nantinya akan dikasih ke KUA. Surat itu isinya tentang keterangan asal – usul dan status kawin. Juga harus dilihat gedung tempat resepsi atau akad nikahnya, kalau letaknya berbeda dengan KTP mu, itu mesti minta surat numpang nikah. Di KTP gue tercatat Kota Bekasi, sedangkan kemarin gue akad dan resepsi di Halim, maka KUA Kecamatan Pondok Gede akan mengeluarkan surat “rekomendasi nikah” ke KUA Kecamatan Makasar.

Kedua belah pihak harus menyerahkan keempat surat itu ke KUA, tapi karena Mas F warga negara Turki, jadi kita harus minta surat keterangan dari Kedutaan Besar Turki deh. Prosesnya cuma sebentar banget, gue sampe heran, padahal udah siap ditanya – tanya hahaha.

Berangkat jam 8 pagi karena gue tau Jakarta macetnya kayak apa, lagipula untuk urusan ini Kedubes hanya menyediakan waktu sampai jam 12 siang. Sesampainya di Kuningan, jam 10.30 siang (Jakarta kerassss), langsung ketemu sama Mas Security, “Pagi Mas, mau urus surat nikah”, dengan Mas F senyum – senyum disebelah. Sebenernya gue udah pernah ke situ sendiri, cuma mau tanya aja berkas – berkas yang harus Mas F bawa, tapi gak dikasih masuk, karena gue ke situ jam 1, dan juga gak bawa Mas F-nya hehe. Lalu langsung dikasih masuk, isi buku daftar kunjungan, taro tas dan hp di loker yang disediakan di pos security. Kita cuma bawa Paspor – pasaport , KTP – nüfus cüzdanı, KK – nüfus kayıt örneği (gue juga bawa akte lahir, buat jaga – jaga). Jangan lupa bawa dompet buat bayar – membayar.

Setelah itu, kita dianter ke dalem ruangan untuk ketemu sama pihak yang berwenang (lupa namanya siapa hehehe). Gue juga cuma duduk, baca – baca majalah yang ada di meja. Selebihnya Mas F yang ngomong ke Bapak-nya. 15 menit kemudian, kita dikasih 1 (satu) lembar kertas dalam Bahasa Indonesia, berisikan tentang identitas dan status kawin Mas F. Oh kita juga dikasih selembar kertas untuk laporan setelah nikah, isinya cuma berkas yang harus dibawa. Lalu selesai deh, tinggal bayar sebesar Rp 72.000 di loket yang telah disediakan.

Rencananya gue ke situ pagi biar siangnya bisa balik untuk ambil, gak taunya cuma 15 menit! Gue sama Mas F sampe bengong, ini begini doang nih? Aih gampang banget ya alhamdulillah hahaha. Langsung besoknya di bawa ke KUA deh.

Untuk urusan KUA, mereka gak akan catet nama kita kalau berkas – berkas belum beres. Waktu itu gue ke KUA Kecamatan Makasar hanya berbekal N1-N4, jadi belum bisa dicatat di buku mereka.  Tapi ternyata bisa catet tanggal nikah di buku kunjungan dan juga booking waktu penghulu-nya, biar kedapetan jadwal. Berkas bisa menyusul, maksimal 10 hari sebelum akad.

Alhamdulillah semua dipermudah 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s